Samstag, August 07, 2004

beberapa hari mendekati hari pengumuman SPMB 2004

untuk SPMB tahun ini, gua belajar habis-habisan. mungkin lebih
daripada tahun lalu, tahun lalu, gua belajar tiga tahun mempersiapkan
ujian masuk perguruan tinggi (the school made me..). tahun ini, cuma
sebulan.
dan sindrom SPMB (seperti gua tulis di sebelumnya) menjangkiti gua
lebih parah taun ini. gua gila belajar kayak pemaen bola gila maen
bola. sampe sempet sakit maag gara-gara gua nunda makan malem demi
belajar. tambah lagi, dukungan temen seperjuangan bener-bener
mempengaruhi keyakinan gua, entah kenapa, taun ini gua cukup yakin
untuk dapet pilihan pertama gua di Biologi ITB.
namun, di hari-hari menuju pengumuman ini gua malah jadi bimbang,
keyakinan yang gua punya sebulan lalu menyurut. bukan soal bisa dapet
atau tidak, tapi AKAN GUA AMBIL atau TIDAK?
sejujurnya, sekeluarga gua tidak mendukung gua dalam spmb ini. Gua
tidak disetujui pindah ke bandung, gua tidak disetujui pindah jurusan
ke Biologi yang dianggap meragukan bagi masa depan gua, gua tidak
disetujui meninggalkan Sastra jerman yang gua anggap tidak nyaman
namun dianggap menjanjikan masa depan cerah bagi gua, dan terakhir,
gua tidak disetujui merasa paling tau apa yang terbaik bagi gua untuk
6 tahun kedepan dan seterusnya.
alasan awal gua mau pindah, adalah : 1. gua gak ngerasa cocok dan gak bisa menumbuhkan semangat belajar
bahasa 4-5 hari seminggu, belum ditambah sejarah dan yang paling
menyulitkan, linguistik (yang sampai sekarang tidak gua temukan
manfaat kongkritnya). 2. ada beberapa masalah pribadi, dan 3. rasa muak gua akan kota yang telah gua tinggali sepanjang hidup
remaja gua ini. 4. Juga, keinginan gua untuk tinggal sendiri, jauh dari orang tua,
jauh dari pengurus, agar gua bisa mandiri. mungkin banyak orang bisa mandiri dengan gampang, namun gua adalah
orang yang tidak jadi apa-apa kalau tidak dipaksa.
dan gua ditentang dengan alasan : "lebih mudah cari kerja sebagai
sarjana humaniora", "orang yang punya expertise satu bahasa asing
dicari-cari perusahaan", "gua lebih ahli bahasa daripada angka" dll.tapi yg gua pikir, kalo gua gak niat-niat belajar. apa bisa gua dapet
IP gede yg dicari orang, apa bisa gua nikmatin 3-4 taun kedepan
melototin semua tentang negara eropa itu? apa bisa gua melalui tahun2
kedepan, tanpa di-DO yang gua tau jurusan ini sering melakukannya?
seorang saudara dan panutan gua mengatakan "cari yang lo niat
belajarnya, kalo lo suka tu pelajaran gampang jadi ahli" jadi gua
pilih yang taun lalu gagal gua raih, ilmu pasti yang, jujurnya lebih
gua suka dari bahasa.
namun yang jadi pikiran gua sekarang:1. apakah di biologi kalau Insya Allah gua keterima nanti gua tidak
akan bosan?2. apakah gua bakal selalu suka belajar?3. apakah bener-bener masa depan gua lebih bagus kalo tetep di sastra?4. apakah gua akan menyesal nanti? apapun keputusan yang gua ambil?
dan banyak hal yang ga akan pernah bisa dijawab kecuali dengan "liat
aja nanti"
mungkin gua hanya menghadapi krisis sementara, atau sebuah peringatan
dari Yang Mahakuasa akan kesalahan fatal / keputusan terbaik yang akan
gua ambil beberapa hari lagi
apapun yang terjadi, tolong doakan gua mendapat yang terbaik dari gua
terima kasih
your friend,
dias.


PS : terima kasih terbesar untuk guru-guru Bimbel gua, QUIN, dan rekan
seperjuangan disana.kalian lah yang total mendukung gua. gak bakal gua
lupain belajar ampe tengah malem, ampe nginep dan kegiatan kita seusai
spmb, ya bola, ya dufan. semua bakal jadi memori istimewa dalam diri
gua.